PRILAKU OGANISASI - PENGERTIAN PARADIGMA

PENGERTIAN PARADIGMA
 Menurut Thomas kuhn dalam bukunya “ The Sructure of Scientific Revolution” paradigma berasal dari bahasa Yunani para’=disamping/berdampingan dan ‘deigma’=contoh (exemplar) atau ‘matriks disipliner ‘(disciplinary matrik) dari kata tersebut paradigma sebagai model yang dijadikan contoh oleh para ilmuan yang melakukan kegitan  keilmuan dalam paradiagma itu.



Perkembangan ilmu menurut kuhn
Kuhn memandang bahwa pengetahuan keilmuan pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma tertentu ,yaitu pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoalan (sobyek matter ) dari suatu cabang ilmu.
Lonjakan ke paradigma baru terjadi ditengah-tengah krisis yang sudah memuncak dibarangi dengan tergusurnya paradigma lama , Thomas Khun menyebutnya revolosi  keilmuan . Sesuai  dengan hakekat keilmuan yang mengganti dengan yang baru perubahan yang dihasilkan oleh lompatan paradigma itu bersifat radikal sehinga penerimaan paradigma yang baru bagaikan konversi keagamaan, dalam arti menghadirkan perombakan yang menyeluruh.

 Rumusan paradigma dalam perspektif sosiologi diungkapkan oleh Robert Frend Richs:paradigma merupakan suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu,menyangkut pokok persoalan dimiliki ,Ritzer mengertikan paradigma tidak sempit tetapi  jelas arahnya, yaitu pandangan mendasar dari ilmuan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu  pengetehuan .

      Dari penjelasan tersebut diatas dapat membantu untuk menganalisis berbagai persoalan yang terjadi dalam  masyarakat dikaitkan dengan belum terwujudnya kesesuaian antara pancasila dengan kenyataan dalam masyarakat .

  1. PEMBANGUNAN NASIONAL

         Pembaunan pada hakekatnya merupakan proses perubahan yang terusmenerus , yang menuju perbaikan yang lebih baik .Hakekat pembangunan nasional yang di cita-citakan bangsa Indonesia sejalan dangan tujuan nasionalnya yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat secara keseluruhan, maksudnya

    1. Adanya keselarasan , keserasian dan keseimbangan yang utuh menyeluruh                               dalama setiap kegitan penbangunan .Bahwa pembangunan ialah untuk manusia, dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Walaupun pembangunan ekonomi merupakan prioritas utama dalam pembangunan nasional, namun unsur manusia dalam aspek kehidupan sosial budaya mendapat perhatian yang seimbang.
    2. pemerataan pembangunan untuk seluruh masyarakat indonesia diseluruh wilayah RI.
    3. Pembangunan adalah membangun manusia sehinga pembangunan harus bercirikan kepribadian manusia Indonesia, yang ingin dicapai adalah manusia yang cerdas namun tetap berkepribadian indonedia.
               Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia sejak kemerdekaan dul belum tercapainya cita-cita yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila merupakan jiwa bangsa, kepribadian bangsa sebab intisai pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai yang merupakan cirri kepribadian bangsa Indonesia, sehingga hal ini dijadikan pedoman dalam setiap bangsa Indonesia untuk melangkah kearah cita-cita yag ingin digapai.

              Sejak dulu pancasila merupakan paradigma baru komitman bangsa Indonesia yang di jadikan dasar  dan untuk diimplementasikan dalam semua apek kehidupan berbangsa dan bernegara , namun dalam perjalanannya pancasila tidak dapat leluasa menjelma dalam kehidupan rakyat Indonesia (anomalis).Nilai-nilai luhur yang dirintis dan telah dikembangkan melalui pergerakan nasional sejak lahirnya Budi Utomo 1908, nilai-nilai tersebut kii telah terkikis oleh rejim kekuasaan sejak orde lama maupun Orde baru yang gagal mengimlementasikan pancasila. Dewasa ini sedang maraknya reformasi  dimana-mana sehinga setiap orang mudah berbicara keterbukaan, kebebasan, keadilan, demokrasi dan masyaraktat madani, terlepas dari asumsi dasar filosofi .Pada akhirnya pancasila memasuki paradigma baru(yang harus dikaji sesui dengan keinganan bangsa indonesia dan diletakan sebagai dasar Negara dan bukan sebagai ideologi Negara)Pancasila harus sebagai pedoman keilmuan bukan lagi klaim ideologis seperti yang ditapsirkan oleh rejim Orde Lama dan Orde Baru.